Anggaplah aku hanya angin lalu
yang berhembus kemudian menghilang
anggaplah aku hanya insan tiada makna yang mengambang
bagai butir air di tengah kering kerontang
karna arti hadirku kian meremang.
Lara kian mengendap disudut hati
kemenangan selalu bersorak di atas penderitaan
menangis terintih terbeban kepalsuan
mengerang kesakitan yang hampir meregang kenyataan
karna asaku hanya bertahta bayangan
karna khayalku tiada mau terwujudkan
dan anganku tetap akan jadi buih tak bertuan.
"Rembulan Merindu"

Post a Comment